ulang tahun ke-sepuluh aku

sepuluh tahun dulu aku jatuh cinta buat kali pertama. dia perempuan. OK let’s start there.

ten years ago my life changed forever. if i knew then that in the ten years to come i would be in such a sorrowful state, feeling so alone, lost and utterly flawed…..i would’ve hit the brakes so goddamn fucking hard and steered my life somewhere else.

sepuluh tahun dulu kalau dapat aku pintas diri ini ke jalan alternate, sekalipun hidup aku porak-peranda sekurang-kurangnya aku berteman, ada ramai kawan yang boleh empati dengan dugaan aku, boleh menangis tanpa bersembunyi.

but here i am. solitary. crestfallen. distrustful.

tak pernah aku jangka hari nan hiba aku lucutkan nama semata-mata untuk bersuara. untuk mengeluh. untuk sembuh. who the fuck would’ve thought i’d “celebrate” ten years of queer life by being an anonymous fucking blogger.

aku benci perkataan “blogger”. bunyinya remeh, macam perihal budak-budak. macam orang tak cukup umur yang tak ada kerja lain. macam remaja tengah bergolak dengan emosi sendiri, tak tau apa nak buat selain memekak dalam “blog”. aku dah tua, setan.

“blog”. dengarkan bunyinya. how can anyone take this word and its verb seriously? it sounds silly, flimsy, immature. can i even take myself seriously doing this. but writing this does feel fucking serious. no it doesn’t. it feels pathetic.

and bad enough i’m “blogging”, i’m also anonymous. anonymity is something for those at risk. anonymity is something for those on the fringe who need it just to stay alive. anonymity is not for me. yet here i am. i’m despondent.

aku start rintihan aku hari ini. bulan april, bulan yang paling sial dalam sejarah sepuluh tahun aku hidup sebagai orang aneh. fuck you, april. sekali jadi, aku sabar. lebih daripada itu aku anggap sebagai deklarasi perang. fuck you. and fuck them too.

and fuck you, “aneh”. perkataan “queer” tak ada padanannya dalam bahasa melayu. dalam bahasa jiwa aku sendiri pun aku tak tahu nak panggil diri aku apa. what the fuck. how the fuck did i get here. but i’m here.

dan macam mana perasaan sayu sekelip mata boleh jadi marah membara?

i don’t fucking know. sebakul tahu kering…..yang tak menahu. what the fuck is going on.

why am i like this.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s